Tempat itu gersang, panas, bahkan teramat panas. Dingin teramat dingin pada malam harinya. Bukan sembarang manusia tahan hidup ditempat seperti itu. Dia yang mampu bertahan adalah manusia yang kokoh dan teruji. Quraisy adalah salah satunya, kaum ini menjadi kepala dari suku suku arab sekitar. Bukan main, Allah yang menunjuk mereka.. tidak akan pernah lupa diingatan masyarakat Arab saat 60.000 pasukan Abrahah luluh lantah oleh burung pembawa tanah api. Peristiwa yang mengangkat quraisy sebagai kaum Kabah –rumah tuhan- ketika orang-orang Arab berkata “Quraisy adalah keluarga Allah, Allah telah berperang untuk mereka dan melindungi mereka dari musuh”.
Kaum yang di segani kaum lain di tanah arab, yang tindak lakunya diikuti kabilah lain. Apa karena ini Allah mengutus orang pilihannya lahir dari Quraisy? Karena jika Quraisy memeluk islam maka followersnya juga akan masuk islam? Mungkin saja, semua itu mungkin. Hal ini juga terbukti setelah Fathul Makah, setelah Quraisy memutuskan untuk memeluk Islam maka datang berbondong-bondong kabilah Arab untuk mengikuti mereka.
“apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. dan kamu Lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong”
Mereka juga (Quraisy) yang menjadi ujung tombak berkembangnya Islam, menjadi simbol dari bersatunya kekuatan fisik, kecerdasan, dan hati yang ditunjuki. Islam berkembang dengan tumpahan darah dan pengorbanan harta mereka. Sungguh lucu jika ada kaum kecil yang merasa dirinya lebih baik dari Arab, seperti burung pipit yang membanggakan diri atas burung elang.
“Seandainya kalian lebih baik daripada bangsa Arab, pastilah manusia pilihan itu lahir diantara kalian” ucapan seseorang kepada seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar